• PKBM NGUDI MAKMUR
  • Bersama Kita Bisa....

FILSAFAT DAN TUJUAN DALAM PELAKSANAAN PENDIDIKAN DASAR

Filsafat Pendidikan

Pengembangan Pendidikan Dasar sebagai satu kebijaksanaan startegis,berlatar belakang sebagai upaya meningkatkan mutu sumber daya manusia, atau meningkatkan mutu warga negara Indonesia.

Terdapat tiga macam pengetahuan yang dimiliki manusia. Pertama pengetahuan sains yang sering disebut pengetahuan ilmiah. Ini merupakan pengetahuan obyek-obyek empiris, diperoleh dengan menggunakan metode ilmiah (saintifik), kebenarannya diuji secara logis dan empiris.

Kedua, pengetahuan filsafat atau pengetahuan tentang obyek-obyek yang abstrak-logis; diperoleh dengan menggunakan metode logika, dengan cara berfikir, kebenarannya hanya bisa diuji secara logis. Pengetahuan seperti ini disebut mistik, ini merupakan pengetahuan tentang obyek-obyek yang abstrak-supralogis. Pengetahuan jenis ini disebut sebagai pengetahuan filsafat.

Ketiga, pengetahuan mistik adalah merupakan pengetahuan supra-logis. Pengetahuan diperoleh dengan menggunakan metode mistik, kebenarannya diukur dengan rasa, keyakinan bukan secara empiris maupun logik.

Berdasarkan pembagian dari segi obyek, metode, dan ukuran kebenaran seperti itu dapatlah diketahui bahwa filsafat merupakan pengetahuan logis (dan hanya logis) tentang obyek-obyek abstrak logis. Kebenarannya diukur secara logis.

Filsafat pendidikan merupakan pengetahuan logis tentang kependidikan. Filsafat pendidikan tidak membicarakan hal-hal kongkrit (empirik), seperti ukuran ruang kelas, jadwal pelajaran sehari-hari, dan sebaigainya, bila filsafat kependidikan membicarakan topik-topik seperti itu, maka ia bukan lagi filsafat pendidikan, melainkan ilmu kependidikan atau sains kependidikan.

Filsafat pendidikan lebih bermuara pada pembicaraan bagian kependidikan yang abstrak dalam daerah logika, yaitu bagian-bagian yang tidak dapat dibicarakan secara empiris. Apakah memang ada persoalan kependidikan yang layak dibahas secara filsafat ?, tentu banyak dan ini menjadi satu kewajiban bagi cendekiawan yang memiliki kompetensi ilmiah.

Di dalam perkembangan pengetahuan kita tentang kependidikan biasanya terjadi arus bolak-balik antara filsafat kependidikan dan sains kependidikan, sering juga sains kependidikan mendapat kemajuan dari renungan filsafat kependidikan, sering juga sains kependidikan mendapat kemajuan dari renungan filsafat pendidikan.

Di zaman modern ini agaknya yang sering terjadi adalah sains kependidikan melemparkan masalah yang sulit diselesaikan kepada filsafat pendidikan. Sebagai contoh misalnya pemerintah telah membuat pendidikan begini, banyak pengangguran, dibuat begitu banyak pengangguran, lantas harus bagaimana ?. Bila pemecahannya persoalan oleh sains kependidikan sudah sedemikian berbelit-belit dan serba salah, maka sebaiknya dan biasanya, dan biasanya memang demikian maslah itu diserahkan kepada filsafat kependidikan.

Disiplin ilmu filsafat memang dituntut mampu menyelesaikan bagian kusut dalam sains kependidikan, seperti filsafat harus tampil ketika menghadapi krisis

 Tujuan Pendidikan Kita

Adanya perbedaan tentang minat dan tujuan pendidikan yang diinginkan oleh warga negara, disebabkan oleh perbedaan dan keinginan, cita-cita, pandangan hidup. Karena nilai-nilai baik telah ditunjukkan dan dibatasi oleh Pancasila, dan karena Pancasila telah disepakati menjadi pandangan hidup berbangsa, maka merumuskan manusia yang baik tersebut tidaklah sulit. Manusia yang baik bagi orang Indonesia adalah manusia Pancasialis. Indikator-indikatornya juga telah ditunjukkan secara rinci sebagaimana terdapat dalam butir-butir Pancasila.

Di dalam Undang-Undang dasar disebutkan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah, mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya. Sedangkan manusia seutuhnya adalah manusia yang :

Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

Berbudi pekerti luhur

Memiliki pengetahuan dan ketrampilan

Sehat jasmani

Berkepribadian yang mantap

Mandiri dan

Memiliki rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan

Ciri di atas menggambarkan manusia yang utuh, yaitu manusia Indonesia yang berkembang secara seimbang antara aspek jasmani, akal dan rohani. Sehat jasmani menekankan segi pembinaan aspek jasmani, memiliki pengetahuan dan ketrampilan menekankan segi pendidikan akal, beriman bertakwa, budi luhur, sehat rohani, kepribadian, mandiri, tanggungjawab, merupakan petunjuk pada penekanan pendidikan segi rohani.

Kenyataan di lapangan sering kali guru memandang daerah binaannya terpisah secara tegas dari daerah binaan guru lain. Misalnya guru pendidikan jasmani memandang pembinaan sehat serta kuat terpisah secara tegas dari pembinaan aspek akal dan rohani, guru yang bertugas mengembangkan aspek pengetahuan, sering menganggap pembinaan akal terpisah secara tegas dari pembinaan jasmani dan rohani, padahal ketiga aspek itu sebenarnya tidak dapat dipisahkan, mereka hanya berbeda dalam hal penekanan.

Persoalan lain adalah agaknya muncul dari tiga gaya pemikiran : Pertama, mungkin mereka kurang menyadari adanya dan pentingnya pembinaan aspek rohani. Mereka yang berpandangan begini tidaklah dapat disalahkan karena mereka memang belum atau kuiang menyadari. Kedua, mungkin karena telah terpengaruh oleh ajaran humanisme, yang beranggapan bahwa manusia mampu mengatur dirinya dari alam. Kemampuan tersebut dimungkinkan karena manusia memiliki akal. Pandangan ini dikenal dengan Rasionalisme, akal menjadi alat untuk mencari kebenaran dan mengukur kebenaran. Ketiga barangkali pembinaan aspek rohani dilakukan dengan sendirinya bersamaan dengan pembinaan akal. Pandangan ini agaknya beranggapan bahwa aspek rohani itu bagian dari aspek akal.

 Pelaksanaan Pendidikan

Keganjilan dalam pemikiran tentang tujuan pendidikan telah menimbulkan keganjilan dalam pelaksanaan pendidikan. Contoh, kenakalan remaja sekolah salah satu dari sekian banyak indikator pendidikan rohani yang kurang berhasil. Bila siswa nakal, umumnya orang melemparkan tanggungjawab penuh pada guru agama.

Tuduhan itu sepertinya tidak menyentuh guru lain seperti guru mapel umum. Contoh lain, guru fisika amat mahir mengajar hukum-hukum fisika pada siswanya, namun ia berhenti pada hukum-hukum itu saja. Mengapa ia tidak teruskan selangkah lagi dengan menyatakan bahwa hukum fisika itu sebenarnya dibuat oleh yang Maha Cerdas, yang dengan meneruskan seperti itu pengajaran fisika sekaligus bernilai pendidikan rohani. Guru matematika sibuk menjelaskan dalil-dalil perhitungannya, mengapa ia tidak menjelaskan bahwa matematika itu mengandung kejujuran yang perlu ditegakkan, untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.

Dari beberapa contoh tersebut timbul pertanyaan mengapa guru-guru itu mengajarkan bidang studinya secara telanjang?. Jawabnya mungkin karena mereka beranggapan hanya mengembangkan akal. Guru Pendidikan Jasmani hanya bertugas mengembangkan aspek jasmani, mereka pura-pura lupa atau tidak menyadari bahwa tiga aspek pembinaan dalam pendidikan sebenarnya tidaklah terpisah, yang ada hanyalah perbedaan titik tekan. Keharmonisan dalam pemikiran dan dalam tindakan dalam mencapai tujuan pendidikan, perlu dijadikan pembahasan teliti dalam pengembngan pendidikan dasar yang telah berlaku.

 

Telaah Kritis Dari Buku

Jurnal Pendidikan

No. 9 Tahun 1993

No. ISSN 0215-9643

Sumbangan Pendidikan Dalam meningkatkan Sumber Daya manusia

Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia

Penerbit : PT. Zulupy Pratama Karya

Halaman : 102 s/d 105

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
NILAI NILAI PENDIDIKAN DAN KEHIDUPAN

Pendidikan merupakan segala bidang penghidupan, dalam memilih dan membina hidup yang baik, yang sesuai dengan martabat manusia” Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan ti

19/06/2025 12:25 - Oleh Setyo Widodo - Dilihat 478 kali
MANAJEMEN PKBM

Manajemen PKBM Perencanaan. Perencanaan sebagai bagian penting dalam proses manajemen merupakan suatu tahap yang harus dilewati sebelum melangkah ke tahap berikutnya, karena melalui p

19/06/2025 12:23 - Oleh Setyo Widodo - Dilihat 518 kali
LATAR BELAKANG TERBENTUKNYA PKBM

Dibentuknya PKBM adalah sebagai pemicu dan bersifat sementara, masyarakat sendirilah yang selanjutnya memiliki wewenang untuk mengembangkannya, karena itulah pendekatan dalam program PK

19/06/2025 12:22 - Oleh Setyo Widodo - Dilihat 640 kali
MENINGKATKAN AKSES DAN KUALITAS PENDIDIKAN MELALUI PLS

Pendidikan merupakan hak dasar setiap individu yang tidak hanya terbatas pada ruang kelas formal. Dalam konteks ini, program pendidikan luar sekolah (PLS) menjadi sangat penting, teruta

11/06/2025 10:33 - Oleh Setyo Widodo - Dilihat 573 kali
PROBLEMATIKA PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

Pendidikan sesungguhnya memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni dalam upaya menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan Luar S

11/06/2025 09:59 - Oleh Setyo Widodo - Dilihat 1100 kali
MENINGKATKAN MINAT BACA MASYARAKAT DI ERA DIGITAL

PENDAHULUAN Pendidikan di Indonesia semakin mengandalkan teknologi informasi yang berkembang pesat, menghasilkan kemajuan dan efektivitas dalam proses belajar -mengajar (Pramesworo

11/06/2025 09:47 - Oleh Setyo Widodo - Dilihat 806 kali
TANTANGAN YANG DIHADAPI PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

Tantangan yang  Dihadapi  dalam  Implementasi  Pendidikan  Luar  Sekolah  Berbasis Masyarakat Pendidikan  luar  sekolah  berbasis 

11/06/2025 09:28 - Oleh Setyo Widodo - Dilihat 880 kali
STRATEGI DAN EFEKTIVITAS MENINGKATKAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

Strategi  untuk  Meningkatkan  Efektivitas  Pendidikan  Luar  Sekolah  Berbasis Masyarakat. Untuk  meningkatkan  efektivitas  pendidika

11/06/2025 09:19 - Oleh Setyo Widodo - Dilihat 488 kali
FUNGSI PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

Pendidikan luar sekolah sebagai komplemen adalah pendidikan yang materinya melengkapi apa yang diperoleh di bangu sekolah. Ada beberapa alasan sehingga materi pendidikan persekolahan ha

05/06/2025 12:42 - Oleh Setyo Widodo - Dilihat 474 kali
AZAS PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

ASAS PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH Pendidikan merupakan suatu proses untuk mengintegrasikan individu yang sedang mengalami pertumbuhan ke dalam kolektivitas masyarakat. Dalam kegiatan pendid

05/06/2025 12:40 - Oleh Setyo Widodo - Dilihat 665 kali